KONSEP
DASAR PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
“ LAPORAN TUGAS PENANAMAN POHON “
Oleh
:
Dhabith
Shabrina Yandari Putri ( 1201412016 )
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2012/2013
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan berkah dan karunia-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan laporan tugas Konsep Dasar PLS ini .
Tak
lupa saya ucapkan terima kasih kepada :
1.
Bapak
Dr. Joko Sutarto, M. Pd selaku dosen mata kuliah Konsep Dasar PLS
2.
Bapak
Hendra Dedi K, S. Pd selaku asisten dosen dan pembimbing mata kuliah Konsep
Dasar PLS
3.
Teman
teman yang sudah membantu dan mau bekerja sama.
Laporan
ini disusun dengan tujuan untuk melengkapi nilai tugas Konsep Dasar Pendidikan
Luar Sekolah. Semoga laporan tugas ini bisa digunakan sebagai mestinya.
Penulis
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Di Indonesia bambu paling banyak dibudidayakan di
pulau Jawa, Bali dan Sulawesi. Pulau Jawa merupakan pengguna bambu paling
banyak dengan konsumsi perbulan sekitar 456 juta batang, dimana 350 juta
diantaranya digunakan untuk perumahan. Menurut laporan FAO (1961) diacu dalam
Sastrapradja (1977) di pulau Jawa 80 % penggunaan bambu adalah untuk
bahan-bahan bangunan dan 20% lagi untuk keperluan lain. Karena panjang, kuat
dan tegar, maka buluh bambu dapat digunakan untuk tiang andang-andang (gandar tiang)
perahu dan tiang rumah. Meskipun bambu memegang peranan penting dalam kehidupan
masyarakat Indonesia, budidaya secara perkebunan masih belum banyak dilakukan.
Dengan demikian ketersediaan bambu untuk memenuhi kebutuhan yang ada masih
menggantungkan diri pada hasil pekarangan. Selain itu, pemanfaatan bambu masih
terbatas pada keperluan-keperluan tradisional. Permasalahan yang timbul akibat
meningkatnya pemanfaatan bambu tanpa diikuti oleh kegiatan penanaman terencana
adalah makin menurunnya kualitas bambu sehingga dikhawatirkan jenis tersebut
terancam punah, khususnya bagi jenis bambu yang tergolong langka.
B. TUJUAN
1.
Mengenalkan
mahasiswa dan mahasiswi PLS lebih mengenal lingkungan, apalagi lingkungan
disekitar kampus.
2.
Ikut
melestarikan tanaman pohon bambu.
3.
Sebagai
tambahan nilai untuk tugas Konsep Dasar PLS
PEMBAHASAN KEGIATAN
A.
Pelaksanaan Kegiatan
Tempat
: Taman Kehati Perumahan Ayodya
Sekaran, Gunung Pati
Waktu
: Selasa, 17 Desember 2012
Acara
: Penanaman pohon bambu
Peserta : Mahasiswa dan Mahasiswi
Pendidikan Luar Sekolah Semester 1
B. Kegiatan
Penanaman Pohon Bambu
Persiapan tanam dimulai dengan membuat lubang tanam
secukupnya (disesuaikan dengan kondisi akar stek). Lubang tanam berukuran
sekitar 20cm dengan jarak tanam sekitar Semakin besar ukuran buluh dalam
rumpun, maka jarak tanamnya 3x3m. Persiapan tanam terdiri dari pembukaan lahan,
pembersihan dari semak belukar, pembuatan lobang tanam. Penanaman bambu
sebaiknya dilakukan pada musim hujan, karena bambu membutuhkan banyak air untuk
pertumbuhan awal. Dan kebetulan sehari sebelum menanam bambu cuaca sekaran
hujan. Lebih memudahkan untuk menancapkan batang steak kedalam tanah. Kemudian
bibit bambu yang digunakan berasal dari stek batang dimasukkan ke dalam lubang
tanam yang sudah disiapkan, kemudian ditimbun kembali dengan tanah. Tanah
disekitar leher bibit dipadatkan dan sedikit ditinggikan.
C. Sekilas
Tentang Pohon Bambu
Bambu adalah tanaman
jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki
banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini
bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena
memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh
sepanjang 60cm (24 Inchi)
bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi
tempat ia ditanam. Bambu
adalah tanaman serbaguna dan menempati tempat yang istimewa dalam kehidupan
masyarakat Indonesia. Bambu tergolong ke dalam hasil hutan non kayu yang dapat
digunakan sebagai alternatif pengganti kayu. Dengan penggunaan bambu diharapkan
penggunaan kayu menjadi berkurang yang akhirnya dapat mengurangi penebangan
hutan. Tanaman bambu hidup merumpun, kadang-kadang ditemui berbaris membentuk
suatu garis pembatas dari suatu wilayah desa yang identik dengan batas desa di
Jawa. Penduduk desa sering menanam bambu disekitar rumahnya untuk berbagai
keperluan. Bermacam macam jenis bambu bercampur ditanam di pekarangan rumah.
Pada umumnya yang sering digunakan oleh masyarakat di Indonesia adalah bambu
tali, bambu betung, bambu andong dan bambu hitam. Ada tiga cara untuk
memperbanyak tanaman bambu yaitu: cara pertama yaitu dengan menanam dongkelan
(menanam batang bambu bersama dengan rhizomanya), cara kedua yaitu dengan
menggunakan potongan bambu (memanfaatkan buku-buku bambu dan ditanam di atas
tanah yang tipis) dan cara ketiga yaitu dengan sebatang bambu yang telah
berumur tua dengan dua buku dibelah memanjang, masing-masing ditanam dengan
posisi tengkurap.
D. Dokumentasi
Foto
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dengan adanya tugas menanam pohon bambu ini,
diharapkan mahasiswa lebih sadar untuk melestarikan, merawat dan
mengkonservasikan lingkungan sekitarnya mungkin lebih tertarik untuk menanam
dan membudidayakan bambu dalam skala yang lebih luas. Bambu ternyata banyak
mempunyai manfaat. Bambu dimanfaatkan untuk bahan bangunan, alat-alat rumah
tangga, anyaman bambu, obat, dan bahan makanan. Tanaman bambu dalam upaya konservasi tanah dan air
dapat dimanfaatkan antara lain sebagai bangunan terjunan pada saluran
pembuangan air, bangunan penyadap air dan pengendali tebing sungai, dan hutan
rakyat. Kemampuan bambu yang begitu cepat menutupi permukaan tanah dan kemampuannya
untuk mengikat tanah yang sangat tinggi yaitu lima kali lebih kuat dibanding
pohon lain. Bambu juga merupakan bahan baku yang cukup tersedia dan murah untuk
membuat alat-alat dan perabotan rumah tangga, bahan bangunan, pipa untuk distribusi
air, instrumen musik, dan keperluan keagamaan. Selain itu, beberapa jenis bambu
merupakan tanaman hias maupun pengolah penyaring limbah dan pencegah erosi.
B. SARAN
Lebih
sadar dan peduli akan lingkungan sekitar apalagi kita sebagai mahasiswa sebuah kampus
konservasi.