
Prinsip
utama PSH yaitu bahwa proses pendidikan terjadi didalam dan diluar sekolah. SH
mengakui bahwa beberapa tahun pertama kehidupan merupakan tahap perkembangan
jiwa bukan semata mata periode penantian
menjelang masa kanak-kanak. Laly menyimpulkan bahwa pengalaman
pendidikan pada waktu anak anak awal sangatlah penting dalam meratakan dasar
tertumpunya belajar berikutnya. Kurikulum untuk anak-anak awal seharusnya
memuat perencanaan membantu perkembangan mereka, tidak boleh dipandang sebagai
sesuatu yang dipersekolahkan tetapi sebagai essensi sistem persekolahan yang
terintrogasi atau essensi PSH.
Pada tahun 1977 Skeger dan Dave telah memperluas
serangkaian kriteria kurikulum sekolah PSH yaitu :
1)
Kurikulum sekolah harus menganggap
proses belajar sebagai peristiwa yang berlangsung terus menerus
2)
Kurikulum sekolah harus dipandang dalam
kontek proses belajar yang berlangsung bersamaan dilingkunagn sosial
3)
Kurikulum sekolah harus mengakui sekolah
adalah salah satu agen penting untuk menyajikan pendidikan dasar dalam rangka
PSH
4)
Kurikulum sekolah harus menekankan
otodidak meliputi pengembangan readiness untuk belajar lanjut dan penanaman
sikap belajar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sedang berubah
5)
Kurikulum sekolah harus mengingat akan
kebutuhan individu, akan pengokohan dan memperbaharui sistem nilai progresif
sehingga mereka bertanggung jawab untuk kelangsungan pertumbuhan mereka seumur
hidup
Peranan Guru dalam PSH
Peranan
guru dalam PSH memiliki unsur utama, meliputi pengaruhnya :
1) Sikap
Guru yang membantu PSH akan menolong
peserta didik untuk mengadopsi sikap kreatif terhadap situasi baru, agar
digunakan untuk menjalani kehidupan mendatang lebih baik lagi.
2) Struktur
motivasi
Guru untuk memberi dorongan agar peserta
didik tetap semangat dalam belajar seumur hidup, berani berbuat benar dan
bertanggung jawab atas perbuatannya.
3) Ketrampilan
Guru bertugas memperlengkapi apa saja yang nanti
mereka perlukan.
PSH
terhadap guru adalah bahwa mereka harus menjadi pelajar seumur hidup,
berkewajiban untuk bertindak sebagai pelajar seumur hidup, lebih jauh dari itu,
guru akan hidup dalam masyarakat yang sedang berubah sehingga perlu penyesuaian
terus menerus. Peranan tradisional guru sebagai sumber pengetahuan dan pembawa
kebijaksanaan akan berubah. Guru dikonsepsikan sebagai konsultan pendidikan
atau pemimpin yang akan membantu perkembangan setiap pelajar. Guru juga
dikonsepsikan sebagai tenaga ahli dalam mendiagnosa pendidikan, dengan asumsi
bahwa guru akan dapat memberikan umpan balik berkenaan dengan kemampuan peserta
didik dengan tingkat aspirasi yang dianggap realistis.
Guru
dari dulu sampai sekarang tetap sangat diperlukan.Guru membantu manusia untuk
menemukan siapa dirinya, kemana akan pergi dan apa yang harus dilakukan
didunia. Orang tua mendaftarkan anaknya kesekolah dengan harapan guru dapat
mendidiknya menjadi manusia yang berkembang optimal. Dalam kaitan ini guru
perlu memperhatikan peserta didik secara individu, karena antara peserta didik dengan
yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar.
Implikasi PSH Terhadap Kelas
Proses menyaring
sentiment yang tinggi ke dalam kehidupan kelas yang aktual agar lebih menarik,
dapat dikonsepsikan menjadi 4 tahap, yaitu :
1) Tahap
pertama, meliputi pengembangan prinsip sebagai suatu tujuan atau ide petunjuk.
Umpamanya idealisasi tujuan seperti meliputi pendidikan untuk menciptakan
demokrasi dan tujuan untuk menciptakan PSH itu sendiri. Pada tingkat ini,
formulasi prinsip-prinsip biasanya meliputi analisis kebutuhan sosial, kritik
terhadap sistem yang ada, pertanyaan filosofis dan sosio politik tentang apa
yang dimaksud manusia ideal dsb.
2) Tahap
kedua, spesifikasi prinsip abstrak untuk perumusan filsafat kurikulum, peranan
guru dsb. Rekomendasi juga masih dalam bentuk ideal yang harus diusahakan
dengan keras untuk mencapainya, bukan dalam bentuk tingkah laku aktual yang
diimplementasikan oleh guru dalam kelas.
3) Tahap
ketiga, memerlukan analisis implikasi prinsip-prinsip baru terhadap sesuatu
yang dilakukan oleh guru dan pelajar dikelas. Umpamanya pernyataan tentang
jenis bahan apa yang dapat diperkenalkan kepada pelajar.
4) Tahap
keempat, untuk mengolah ide pendidikan menjadi kurikulum yang hidup diperlukan
untuk spesifikasi tujuan yang harus dicapai dengan kerja keras. Pada dokumen
kurikulum formal seringkali diperlengkapi dengan contoh sesungguhnya,
spesifikasi teks yang akan dipergunakan, pengembangan sebagai bahan pendukung,
garis besar mengeni apa yang harus diketahui oleh pelajar atau yang dapat
dikerjakan dalam bermacam hal selama tahun ajaran.
Dalam
konteks pendidikan untuk menghadapi perubahan cepat, dan agak spesifik tentang
PSH. Menurut Biggs, belajar untuk menghadapi perubahan yang dimaksudkan adalah
proses belajar yang memerlukan :
1. Proses
untuk memiliki memiliki atau dapat mengalokasikan informasi
2. Proses
untuk memiliki ketrampilan tingkat tinggi menganalisir
3. Proses
memiliki strategi umum untuk memecahkan problem
4. Proses
menetapkan tujuannya sendiri
5. Proses
mengevaluasi hasil belajarnya sendiri
6. Dapat
dimotivasi dengan tepat
7. Proses
memiliki konsep diri yang tepat
Biggs menunjukkan
implikasi kebutuhan personal terhadap kurikulum, jika dimaksudkan
memperlengkapi orang-orang dengan persekolahan untuk menghadapi perubahan
secara efektif.
Analisis Tiga Dimensi Terhadap
Kurikulum
Untuk
menunjukkan lebih spesifik adopsi PSH, yang akan sangat berarti untuk praktek
dalam kelas, digunakan tiga dimensi analisis terhadap kurikulum.
Ø Dimensi
pertama, meliputi bidang aktivitas kelas. Dimensi ini dikonsepsikan atas dasar
analisis kurikulum Bloom, yang disebut dengan Taxonomi. Empat bidang aktivitas
kelas diseleksi dari daftar yang telah dikembangkan Bloom bersama rekannya : a) Metode dan bahan belajar dan pengajar
b) Aktivitas guru
c) Aktivitas murid
d) Evaluasi
Ø Dimensi
kedua, dalam istilah implikasi kurikulum dari konsep PSH akan dimasukkan secara
khusus ke dalam domain psikologis. Tiga wilayah berfungsi kejiwaan akan
dipergunakan dalam analisis ini, yaitu : a)
Fungsi kognitif
b)
Sistem motivasi
c) Variable sosio
affektif
Ø Dimensi
ketiga, dipergunakan dalam analisis implikasi terhadap kelas, yaitu konsep PSH
itu sendiri. Implikasi teoritis terpenting PSH terhadap sekolah dan pusat
belajar diluar sekolah adalah konsep integrasi vertical dan horizontal.
Tujuan
atau ideal PSH akan dispesifikasi dengan menetukan wilayah aktivitas kelas
yaitu pengajaran dan metode bahan ajar, aktivitas guru, aktivitas muris dan
evaluasi juga harus ada spesifikasi domain psikologis yang dengan berfungsinya
kognitif, struktur motivasi dan faktor sosio affektif. Pada akhirnya dengan
menspesifikasikan aspek-aspek khusus yang terlibat dalam PSH.







0 komentar:
Posting Komentar