Shinee

Sabtu, 12 Januari 2013

IMPLIKASI PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP TERHADAP KURIKULUM

Share on :


Prinsip utama PSH yaitu bahwa proses pendidikan terjadi didalam dan diluar sekolah. SH mengakui bahwa beberapa tahun pertama kehidupan merupakan tahap perkembangan jiwa bukan semata mata periode penantian  menjelang masa kanak-kanak. Laly menyimpulkan bahwa pengalaman pendidikan pada waktu anak anak awal sangatlah penting dalam meratakan dasar tertumpunya belajar berikutnya. Kurikulum untuk anak-anak awal seharusnya memuat perencanaan membantu perkembangan mereka, tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang dipersekolahkan tetapi sebagai essensi sistem persekolahan yang terintrogasi atau essensi PSH.
            Pada tahun 1977 Skeger dan Dave telah memperluas serangkaian kriteria kurikulum sekolah PSH yaitu :
1)      Kurikulum sekolah harus menganggap proses belajar sebagai peristiwa yang berlangsung terus menerus
2)      Kurikulum sekolah harus dipandang dalam kontek proses belajar yang berlangsung bersamaan dilingkunagn sosial
3)      Kurikulum sekolah harus mengakui sekolah adalah salah satu agen penting untuk menyajikan pendidikan dasar dalam rangka PSH
4)      Kurikulum sekolah harus menekankan otodidak meliputi pengembangan readiness untuk belajar lanjut dan penanaman sikap belajar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sedang berubah
5)       Kurikulum sekolah harus mengingat akan kebutuhan individu, akan pengokohan dan memperbaharui sistem nilai progresif sehingga mereka bertanggung jawab untuk kelangsungan pertumbuhan mereka seumur hidup
Peranan Guru dalam PSH
Peranan guru dalam PSH memiliki unsur utama, meliputi pengaruhnya :
1)      Sikap
Guru yang membantu PSH akan menolong peserta didik untuk mengadopsi sikap kreatif terhadap situasi baru, agar digunakan untuk menjalani kehidupan mendatang lebih baik lagi.
2)      Struktur motivasi
Guru untuk memberi dorongan agar peserta didik tetap semangat dalam belajar seumur hidup, berani berbuat benar dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
3)      Ketrampilan
Guru bertugas memperlengkapi apa saja yang nanti mereka perlukan.

PSH terhadap guru adalah bahwa mereka harus menjadi pelajar seumur hidup, berkewajiban untuk bertindak sebagai pelajar seumur hidup, lebih jauh dari itu, guru akan hidup dalam masyarakat yang sedang berubah sehingga perlu penyesuaian terus menerus. Peranan tradisional guru sebagai sumber pengetahuan dan pembawa kebijaksanaan akan berubah. Guru dikonsepsikan sebagai konsultan pendidikan atau pemimpin yang akan membantu perkembangan setiap pelajar. Guru juga dikonsepsikan sebagai tenaga ahli dalam mendiagnosa pendidikan, dengan asumsi bahwa guru akan dapat memberikan umpan balik berkenaan dengan kemampuan peserta didik dengan tingkat aspirasi yang dianggap realistis.
Guru dari dulu sampai sekarang tetap sangat diperlukan.Guru membantu manusia untuk menemukan siapa dirinya, kemana akan pergi dan apa yang harus dilakukan didunia. Orang tua mendaftarkan anaknya kesekolah dengan harapan guru dapat mendidiknya menjadi manusia yang berkembang optimal. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individu, karena antara peserta didik dengan yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar.
Implikasi PSH Terhadap Kelas
            Proses menyaring sentiment yang tinggi ke dalam kehidupan kelas yang aktual agar lebih menarik, dapat dikonsepsikan menjadi 4 tahap, yaitu :
1)      Tahap pertama, meliputi pengembangan prinsip sebagai suatu tujuan atau ide petunjuk. Umpamanya idealisasi tujuan seperti meliputi pendidikan untuk menciptakan demokrasi dan tujuan untuk menciptakan PSH itu sendiri. Pada tingkat ini, formulasi prinsip-prinsip biasanya meliputi analisis kebutuhan sosial, kritik terhadap sistem yang ada, pertanyaan filosofis dan sosio politik tentang apa yang dimaksud manusia ideal dsb.
2)      Tahap kedua, spesifikasi prinsip abstrak untuk perumusan filsafat kurikulum, peranan guru dsb. Rekomendasi juga masih dalam bentuk ideal yang harus diusahakan dengan keras untuk mencapainya, bukan dalam bentuk tingkah laku aktual yang diimplementasikan oleh guru dalam kelas.
3)      Tahap ketiga, memerlukan analisis implikasi prinsip-prinsip baru terhadap sesuatu yang dilakukan oleh guru dan pelajar dikelas. Umpamanya pernyataan tentang jenis bahan apa yang dapat diperkenalkan kepada pelajar.
4)      Tahap keempat, untuk mengolah ide pendidikan menjadi kurikulum yang hidup diperlukan untuk spesifikasi tujuan yang harus dicapai dengan kerja keras. Pada dokumen kurikulum formal seringkali diperlengkapi dengan contoh sesungguhnya, spesifikasi teks yang akan dipergunakan, pengembangan sebagai bahan pendukung, garis besar mengeni apa yang harus diketahui oleh pelajar atau yang dapat dikerjakan dalam bermacam hal selama tahun ajaran.
Dalam konteks pendidikan untuk menghadapi perubahan cepat, dan agak spesifik tentang PSH. Menurut Biggs, belajar untuk menghadapi perubahan yang dimaksudkan adalah proses belajar yang memerlukan :
1.      Proses untuk memiliki memiliki atau dapat mengalokasikan informasi
2.      Proses untuk memiliki ketrampilan tingkat tinggi menganalisir
3.      Proses memiliki strategi umum untuk memecahkan problem
4.      Proses menetapkan tujuannya sendiri
5.      Proses mengevaluasi hasil belajarnya sendiri
6.      Dapat dimotivasi dengan tepat
7.      Proses memiliki konsep diri yang tepat
Biggs menunjukkan implikasi kebutuhan personal terhadap kurikulum, jika dimaksudkan memperlengkapi orang-orang dengan persekolahan untuk menghadapi perubahan secara efektif.
Analisis Tiga Dimensi Terhadap Kurikulum
            Untuk menunjukkan lebih spesifik adopsi PSH, yang akan sangat berarti untuk praktek dalam kelas, digunakan tiga dimensi analisis terhadap kurikulum.
Ø  Dimensi pertama, meliputi bidang aktivitas kelas. Dimensi ini dikonsepsikan atas dasar analisis kurikulum Bloom, yang disebut dengan Taxonomi. Empat bidang aktivitas kelas diseleksi dari daftar yang telah dikembangkan Bloom bersama rekannya :     a) Metode dan bahan belajar dan pengajar
                                                 b) Aktivitas guru
                                                 c) Aktivitas murid
                                                 d) Evaluasi
Ø  Dimensi kedua, dalam istilah implikasi kurikulum dari konsep PSH akan dimasukkan secara khusus ke dalam domain psikologis. Tiga wilayah berfungsi kejiwaan akan dipergunakan dalam analisis ini, yaitu :  a) Fungsi kognitif
                                                                                    b) Sistem motivasi
c) Variable sosio affektif
Ø  Dimensi ketiga, dipergunakan dalam analisis implikasi terhadap kelas, yaitu konsep PSH itu sendiri. Implikasi teoritis terpenting PSH terhadap sekolah dan pusat belajar diluar sekolah adalah konsep integrasi vertical dan horizontal.
Tujuan atau ideal PSH akan dispesifikasi dengan menetukan wilayah aktivitas kelas yaitu pengajaran dan metode bahan ajar, aktivitas guru, aktivitas muris dan evaluasi juga harus ada spesifikasi domain psikologis yang dengan berfungsinya kognitif, struktur motivasi dan faktor sosio affektif. Pada akhirnya dengan menspesifikasikan aspek-aspek khusus yang terlibat dalam PSH.

0 komentar:

Posting Komentar