Shinee

Sabtu, 12 Januari 2013

Laporan Tugas Tanam Pohon Mahasiswa PLS

Share on :


KONSEP DASAR PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
“ LAPORAN TUGAS PENANAMAN POHON “

 




Oleh :
Dhabith Shabrina Yandari Putri ( 1201412016 )












PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2012/2013
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan berkah dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan tugas Konsep Dasar PLS ini .
Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada :                                                      
1.       Bapak Dr. Joko Sutarto, M. Pd selaku dosen mata kuliah Konsep Dasar PLS
2.       Bapak Hendra Dedi K, S. Pd selaku asisten dosen dan pembimbing mata kuliah Konsep Dasar PLS
3.       Teman teman yang sudah membantu dan mau bekerja sama.

Laporan ini disusun dengan tujuan untuk melengkapi nilai tugas Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. Semoga laporan tugas ini bisa digunakan sebagai mestinya.



Penulis










PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Di Indonesia bambu paling banyak dibudidayakan di pulau Jawa, Bali dan Sulawesi. Pulau Jawa merupakan pengguna bambu paling banyak dengan konsumsi perbulan sekitar 456 juta batang, dimana 350 juta diantaranya digunakan untuk perumahan. Menurut laporan FAO (1961) diacu dalam Sastrapradja (1977) di pulau Jawa 80 % penggunaan bambu adalah untuk bahan-bahan bangunan dan 20% lagi untuk keperluan lain. Karena panjang, kuat dan tegar, maka buluh bambu dapat digunakan untuk tiang andang-andang (gandar tiang) perahu dan tiang rumah. Meskipun bambu memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, budidaya secara perkebunan masih belum banyak dilakukan. Dengan demikian ketersediaan bambu untuk memenuhi kebutuhan yang ada masih menggantungkan diri pada hasil pekarangan. Selain itu, pemanfaatan bambu masih terbatas pada keperluan-keperluan tradisional. Permasalahan yang timbul akibat meningkatnya pemanfaatan bambu tanpa diikuti oleh kegiatan penanaman terencana adalah makin menurunnya kualitas bambu sehingga dikhawatirkan jenis tersebut terancam punah, khususnya bagi jenis bambu yang tergolong langka.

B.     TUJUAN
1.    Mengenalkan mahasiswa dan mahasiswi PLS lebih mengenal lingkungan, apalagi lingkungan disekitar kampus.
2.      Ikut melestarikan tanaman pohon bambu.
3.      Sebagai tambahan nilai untuk tugas Konsep Dasar PLS









PEMBAHASAN KEGIATAN



A.  Pelaksanaan Kegiatan
Tempat            : Taman Kehati Perumahan Ayodya Sekaran, Gunung Pati
Waktu              : Selasa, 17 Desember 2012
Acara               : Penanaman pohon bambu
Peserta             : Mahasiswa dan Mahasiswi Pendidikan Luar Sekolah Semester 1

B.   Kegiatan Penanaman Pohon Bambu
Persiapan tanam dimulai dengan membuat lubang tanam secukupnya (disesuaikan dengan kondisi akar stek). Lubang tanam berukuran sekitar 20cm dengan jarak tanam sekitar Semakin besar ukuran buluh dalam rumpun, maka jarak tanamnya 3x3m. Persiapan tanam terdiri dari pembukaan lahan, pembersihan dari semak belukar, pembuatan lobang tanam. Penanaman bambu sebaiknya dilakukan pada musim hujan, karena bambu membutuhkan banyak air untuk pertumbuhan awal. Dan kebetulan sehari sebelum menanam bambu cuaca sekaran hujan. Lebih memudahkan untuk menancapkan batang steak kedalam tanah. Kemudian bibit bambu yang digunakan berasal dari stek batang dimasukkan ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan, kemudian ditimbun kembali dengan tanah. Tanah disekitar leher bibit dipadatkan dan sedikit ditinggikan.

C.   Sekilas Tentang Pohon Bambu
Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam. Bambu adalah tanaman serbaguna dan menempati tempat yang istimewa dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bambu tergolong ke dalam hasil hutan non kayu yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kayu. Dengan penggunaan bambu diharapkan penggunaan kayu menjadi berkurang yang akhirnya dapat mengurangi penebangan hutan. Tanaman bambu hidup merumpun, kadang-kadang ditemui berbaris membentuk suatu garis pembatas dari suatu wilayah desa yang identik dengan batas desa di Jawa. Penduduk desa sering menanam bambu disekitar rumahnya untuk berbagai keperluan. Bermacam macam jenis bambu bercampur ditanam di pekarangan rumah. Pada umumnya yang sering digunakan oleh masyarakat di Indonesia adalah bambu tali, bambu betung, bambu andong dan bambu hitam. Ada tiga cara untuk memperbanyak tanaman bambu yaitu: cara pertama yaitu dengan menanam dongkelan (menanam batang bambu bersama dengan rhizomanya), cara kedua yaitu dengan menggunakan potongan bambu (memanfaatkan buku-buku bambu dan ditanam di atas tanah yang tipis) dan cara ketiga yaitu dengan sebatang bambu yang telah berumur tua dengan dua buku dibelah memanjang, masing-masing ditanam dengan posisi tengkurap.

D.  Dokumentasi Foto


 




PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dengan adanya tugas menanam pohon bambu ini, diharapkan mahasiswa lebih sadar untuk melestarikan, merawat dan mengkonservasikan lingkungan sekitarnya mungkin lebih tertarik untuk menanam dan membudidayakan bambu dalam skala yang lebih luas. Bambu ternyata banyak mempunyai manfaat. Bambu dimanfaatkan untuk bahan bangunan, alat-alat rumah tangga, anyaman bambu, obat, dan bahan makanan. Tanaman bambu dalam upaya konservasi tanah dan air dapat dimanfaatkan antara lain sebagai bangunan terjunan pada saluran pembuangan air, bangunan penyadap air dan pengendali tebing sungai, dan hutan rakyat. Kemampuan bambu yang begitu cepat menutupi permukaan tanah dan kemampuannya untuk mengikat tanah yang sangat tinggi yaitu lima kali lebih kuat dibanding pohon lain. Bambu juga merupakan bahan baku yang cukup tersedia dan murah untuk membuat alat-alat dan perabotan rumah tangga, bahan bangunan, pipa untuk distribusi air, instrumen musik, dan keperluan keagamaan. Selain itu, beberapa jenis bambu merupakan tanaman hias maupun pengolah penyaring limbah dan pencegah erosi.

B.     SARAN
Lebih sadar dan peduli akan lingkungan sekitar apalagi kita sebagai mahasiswa sebuah kampus konservasi.


0 komentar:

Posting Komentar